Pagi itu hari pertama masuk ke SMA, aku masih belum kenal siapa-siapa saat itu. Aku asal duduk saja, aku duduk di sebelah cowo pastinya. Aku berani ajak dia kenalan
"Nama lu siapa ?"
"Aldi, lu siapa ?"
"Gua Luken"
Setelah aku ngobrol cukup lama, aku melihat seorang wanita cantik. Aku langsung tertarik pada dia, setelah bel masuk aku tidak berhenti memandang wanita itu. Sampai-sampai aku di kagetkan dengan Aldi
"Woy, liatin cewe aja lu haha"
"Cantik itu, gimana ngga gua liatin haha"
"Emang sih, mau dapetin lu ? Gua bantuin nanti, tenang aje"
"Serius lu ? Yaudah bantuin dah haha"
Bel Istirahat
Pas bel istirahat, aku di paksa oleh Aldi untuk berkenalan. Aku terpaksa menghampiri dan mengajak berkenalan
"Hai" Kataku yg gugup
"Hai juga" Kata dia sambil tersenyum malu
"Hai juga" Kata dia sambil tersenyum malu
"Aku boleh kenalan gak ?"
"Boleh kok"
"Nama kamu siapa ?"
"Nama aku Nadila, nama kamu siapa ?"
"Nama aku Luken" Kata ku yang semakin gugup
"Oh, salam kenal ya" ucap dia yg sambil tersenyum kepadaku
"Iya, salam kenal juga. Aku mau beli makan dulu ya. Bye"
"Oh iya, bye"
Aku langsung menghampiri Aldi yg menungg ku, dan langsung ku ceritakan semua yg tadi ku alami ke dia
Pulang Sekolah
"Luken" Suara wanita memanggil ku dari belakang, dan setelah aku menoleh kebelakang ternyata Nadila
"Oh iya kenapa Nad ?"
"Kamu bisa pelajaran IPA yg tadi di kelas gak ?"
"Lumayan bisa sih, emang kenapa ?"
"Aku gak ngerti, kamu mau kan ngajarin aku ? Nanti kita belajar bareng di rumah ku"
"Hah ? Ehmmm, emang rumah kamu dimana ?" Kataku yang kaget dan gugup
"Aku minta nomer kamu aja deh, nanti aku sms kamu buat ngasih tau rumah aku" Kata dia sambil memberi handphonenya. Aku langsung mengambil handphonenya dan menuliskan nomer handphone ku
"Nih sudah"
"Oke, nanti aku sms ya" Kata dia sambil tersenyum
"Oke deh" Kubalas senyum dia
Setelah aku pulang, aku mendapat sms dari Nadila yg berisikan alamat rumahnya, aku langsung bergegas ganti baju dan makan. Baru setelah itu aku menuju rumahnya
Rumah Nadila
Sesampai di depan rumahnya aku langsung sms dia untuk memberitahu kalau aku sudah di depan rumahnya. Setelah 10 menit kemudian aku melihat dia keluar dari rumahnya
"Maaf ya lama, motornya masukin aja ken"
"Iya"
Aku langsung memasukan motor ku ke terasnya
"Yaudah ayo masuk ken"
"Iya Nad"
Aku langsung masuk kerumahnya, dan kami belajar di ruang tamu. Setelah aku menjelaskan semua yg tadi di pelajari di kelas, aku pun di ajak makan dulu oleh dia. Setelah makan kami pun ngobrol panjang sekali hingga tak terasa hari sudah malam. Aku pun berpamitan untuk pulang
Setelah aku masuk sekolah sekitar 3 bulan, dan aku dengan Nadila mulai sangat dekat. Tapi aku lihat banyak teman ku yang d=tidak senang kalau aku dekkat dengan Nadila. Walau sebenarnya aku tidak enak hati, tapi mau di apain lagi kalau sudah terlanjur seperti ini. Akhirnya aku memutuskan untuk menembak dia pas pulang sekolah, tapi tentu aku bilang dulu kepada sahabat ku Aldi
Pulang Sekolah
Sebelumnya aku sudah bilang sama Nadila bahwa aku mau keetemu dia di taman dekat rumahnya, setelah aku pulang untuk ganti baju dan makan aku langsung bergegas ke taman yang di dekat rumahnya. Tapi aku berhenti di penjual bunga dulu untuk membeli bunga. Setelah sampai di taman yang dekat rumahnya, aku langsung sms dia bahwa aku sudah sampai. Setelah menunggu akhirnya dia datang, dan duduk di samping ku
"Hmm..Ada apa ngajak aku ketemu ?" Kata dia membuka percakapan
"Aku mau ngobrol aja sama kamu"
Setelah kami mengobrol, dan aku kira mental ku sudah siap. Aku pun langsung menembak dia
"Nad ?"
"Iya kenapa?"
"Aku mau ngomong serius sama kamu"
"Hah ? Ngomong apa?
"Kamu janji dulu gak marah"
"iya aku janji gak marah"
"Aku gak tau kenapa bisa gini, selama ini kalau aku deket kamu ngearsa nyaman banget"
"Aku juga ngerasa gitu ken" Kata dia sambil tersenyum
"Aku selama ini..hmmm" Aku berhenti bicara
"Kamu kenapa ?"
"Aku selama ini, ada rasa sama kamu. Aku sayang Nad sama kamu, aku juga gak tau kenapa bisa kaya gini. Tapi perasaan aku gak bisa di bohongin"
"......." Dia terdiam setelah aku mengatakan tentang perasaan ku ke dia
"Nad, kamu mau gak kalo kamu jadi pacar aku ?"
"Jujur ken, aku juga ada rasa sam kamu, setiap smsan sama kamu tuh aku selalu ketawa-ketawa sendiri. Kalo deket kamu juga aku ngerasa nyaman banget"
"Terus gimana ?"
"Iya ken aku mau jadi pacar kamu"
Aku langsung peluk ida dan bilang
"Kamu jangan tinggalin aku ya"
"Iya, kamu juga jangan tinggalin aku"
Dan Akhirnya kami resmi berpacaran
Di Sekolah
Berita kami berpacaran cepat sekali menyebar, sampai semua kelas X tau kalau kami berpacaran. Disitu ada yg senang kita berpacaran dan ada yang tidak senang. Bagi yg senang kami bersyukur karena mereka mendoakan dan mensupport kita agar langgeng. Bagi yg gk seneng sih kita juga bersyukur, karena kan semua orang pasti ada hatersnya, jadi kita biasa-biasa saja
"Woi ken" Panggil Aldi
"Woi di" Aku langsung menghampiri Aldi
"Widih yang baru jadian, selamat ya"
"Haha, bisa aje lu. Makasih ya di"
Akhirnya kami pun bercanda ria, dan Nadila menghampiriku
"Ken, Kantin yuk. Laper nih" ucap Nadila
"Oh yaudah deh ayo, aku juga laper"
"Ikut gua ken" Ucap Aldi
"Yaudah ayo, gua bayarin juga dah"
Akhirnya kami ke kantin untuk membeli makanan, dan kembali kekelas untuk belajar kembali
Tak terasa aku menjalni hubungan dengan Nadila sudah 6 bulan, dan kami pun sudah naik ke kelas XI. Tapi setelah hubungan kami memasuki 7 bulang, aku merasa ada yg berubah dari dia. Dari mulai bales smsnya lama yg biasanya cepet, jadi suka berbohong kepada ku, jadi jarang mau ketemu.
Di Kelas saat Pulang Sekolah
Akhirnya aku menghampiri Nadila
"Nad, aku mau ngomong sama kamu"
"Mau ngomong apa ? Ngomong aja"
"Kamu belakangan ini berubah ya"
"Perasaan kamu aja kali"
"Ngga kok, kamu belakangan ini bales smsnya lama, jadi suka bohong sama aku, kalo di ajak ketemu jarang mau lagi. Kamu kenapa ?"
"Gapapa kok"
"Gak mungkin gapapa"
"Kamu gak percayaan banget sih sama aku, aku udh jujur sama kamu !" Kata dia yg nadanya mulai membentak
"Jujur ? Masa kalo jujur jawabnya cuma gapapa ?"
"Terserah kamu deh, aku capek. Kita putus !" Dia langsung berlari keluar kelas
Aku terdiam, aku gak nyangka kalau bisa seperti ini, aku berjalan kelaur kelas dengan hati yg hancur
Setelah aku putus sekitar 2 Minggu, aku masih sayang sama dia. Tapi aku gak tau dia masih sayang apa ngga sama aku, aku rasa sih udah ngga sayang lagi
Di Belakang Sekolah
Aku berniat pulang dan mengambil motor dan pulang, tapi aku lihat Nadila sedang berdua dengan Aldi. Akhirnya aku memutuskan untuk mendengarkan apa yg mereka bicarakan secara diam-diam, dan keliatannya mereka membicarakan sesuatu hal yg serius
"Nad" Aldi membuka percakapan
"Iya di"
"Aku ada rasa sama kamu sejak lama. Tapi aku keduluan sama Luken, kamu mau gk jadi pacar aku ?"
"Mau di, aku juga ada rasa semenjak aku 6 bulan sama Luken" Kata Nadila sambil tersenyum
Sungguh sakit hati ini, orang yang aku anggap sahabat ternyata sudah mengincar orang yg aku sayang sejak lama. Aku lalu keluar dan
"Selamat ya kalian berdua" Kata ku mengagetkan mereka
Mereka terdiam
"Gak nyangka di, selama ini llu gini, Cukup tau gua sekarang sama sifat lu, makasih ya udh mau jadi sahabat gua"
"Bukan begitu ken, tapi..."
"Udah gak usah ada yg di jelasin, gua udh denger semuanya" Kata ku memotong omongan aldi, dan mereka terdiam lagi
"Nad, ternyata kamu berubah karena ini, karena orang yg udh aku anggap sahabat. Yaudah lah, gua gk bisa ngapain karena #AkuBukanSiapaSiapa. Selamat ya, semoga bisa langgeng !" Kataku yg meninggalkan mereka berdua dengan hati yg hancur, kesal, dan sedih
"Boleh kok"
"Nama kamu siapa ?"
"Nama aku Nadila, nama kamu siapa ?"
"Nama aku Luken" Kata ku yang semakin gugup
"Oh, salam kenal ya" ucap dia yg sambil tersenyum kepadaku
"Iya, salam kenal juga. Aku mau beli makan dulu ya. Bye"
"Oh iya, bye"
Aku langsung menghampiri Aldi yg menungg ku, dan langsung ku ceritakan semua yg tadi ku alami ke dia
Pulang Sekolah
"Luken" Suara wanita memanggil ku dari belakang, dan setelah aku menoleh kebelakang ternyata Nadila
"Oh iya kenapa Nad ?"
"Kamu bisa pelajaran IPA yg tadi di kelas gak ?"
"Lumayan bisa sih, emang kenapa ?"
"Aku gak ngerti, kamu mau kan ngajarin aku ? Nanti kita belajar bareng di rumah ku"
"Hah ? Ehmmm, emang rumah kamu dimana ?" Kataku yang kaget dan gugup
"Aku minta nomer kamu aja deh, nanti aku sms kamu buat ngasih tau rumah aku" Kata dia sambil memberi handphonenya. Aku langsung mengambil handphonenya dan menuliskan nomer handphone ku
"Nih sudah"
"Oke, nanti aku sms ya" Kata dia sambil tersenyum
"Oke deh" Kubalas senyum dia
Setelah aku pulang, aku mendapat sms dari Nadila yg berisikan alamat rumahnya, aku langsung bergegas ganti baju dan makan. Baru setelah itu aku menuju rumahnya
Rumah Nadila
Sesampai di depan rumahnya aku langsung sms dia untuk memberitahu kalau aku sudah di depan rumahnya. Setelah 10 menit kemudian aku melihat dia keluar dari rumahnya
"Maaf ya lama, motornya masukin aja ken"
"Iya"
Aku langsung memasukan motor ku ke terasnya
"Yaudah ayo masuk ken"
"Iya Nad"
Aku langsung masuk kerumahnya, dan kami belajar di ruang tamu. Setelah aku menjelaskan semua yg tadi di pelajari di kelas, aku pun di ajak makan dulu oleh dia. Setelah makan kami pun ngobrol panjang sekali hingga tak terasa hari sudah malam. Aku pun berpamitan untuk pulang
Setelah aku masuk sekolah sekitar 3 bulan, dan aku dengan Nadila mulai sangat dekat. Tapi aku lihat banyak teman ku yang d=tidak senang kalau aku dekkat dengan Nadila. Walau sebenarnya aku tidak enak hati, tapi mau di apain lagi kalau sudah terlanjur seperti ini. Akhirnya aku memutuskan untuk menembak dia pas pulang sekolah, tapi tentu aku bilang dulu kepada sahabat ku Aldi
Pulang Sekolah
Sebelumnya aku sudah bilang sama Nadila bahwa aku mau keetemu dia di taman dekat rumahnya, setelah aku pulang untuk ganti baju dan makan aku langsung bergegas ke taman yang di dekat rumahnya. Tapi aku berhenti di penjual bunga dulu untuk membeli bunga. Setelah sampai di taman yang dekat rumahnya, aku langsung sms dia bahwa aku sudah sampai. Setelah menunggu akhirnya dia datang, dan duduk di samping ku
"Hmm..Ada apa ngajak aku ketemu ?" Kata dia membuka percakapan
"Aku mau ngobrol aja sama kamu"
Setelah kami mengobrol, dan aku kira mental ku sudah siap. Aku pun langsung menembak dia
"Nad ?"
"Iya kenapa?"
"Aku mau ngomong serius sama kamu"
"Hah ? Ngomong apa?
"Kamu janji dulu gak marah"
"iya aku janji gak marah"
"Aku gak tau kenapa bisa gini, selama ini kalau aku deket kamu ngearsa nyaman banget"
"Aku juga ngerasa gitu ken" Kata dia sambil tersenyum
"Aku selama ini..hmmm" Aku berhenti bicara
"Kamu kenapa ?"
"Aku selama ini, ada rasa sama kamu. Aku sayang Nad sama kamu, aku juga gak tau kenapa bisa kaya gini. Tapi perasaan aku gak bisa di bohongin"
"......." Dia terdiam setelah aku mengatakan tentang perasaan ku ke dia
"Nad, kamu mau gak kalo kamu jadi pacar aku ?"
"Jujur ken, aku juga ada rasa sam kamu, setiap smsan sama kamu tuh aku selalu ketawa-ketawa sendiri. Kalo deket kamu juga aku ngerasa nyaman banget"
"Terus gimana ?"
"Iya ken aku mau jadi pacar kamu"
Aku langsung peluk ida dan bilang
"Aku sayang sama kamu"
"Aku juga ken""Kamu jangan tinggalin aku ya"
"Iya, kamu juga jangan tinggalin aku"
Dan Akhirnya kami resmi berpacaran
Di Sekolah
Berita kami berpacaran cepat sekali menyebar, sampai semua kelas X tau kalau kami berpacaran. Disitu ada yg senang kita berpacaran dan ada yang tidak senang. Bagi yg senang kami bersyukur karena mereka mendoakan dan mensupport kita agar langgeng. Bagi yg gk seneng sih kita juga bersyukur, karena kan semua orang pasti ada hatersnya, jadi kita biasa-biasa saja
"Woi ken" Panggil Aldi
"Woi di" Aku langsung menghampiri Aldi
"Widih yang baru jadian, selamat ya"
"Haha, bisa aje lu. Makasih ya di"
Akhirnya kami pun bercanda ria, dan Nadila menghampiriku
"Ken, Kantin yuk. Laper nih" ucap Nadila
"Oh yaudah deh ayo, aku juga laper"
"Ikut gua ken" Ucap Aldi
"Yaudah ayo, gua bayarin juga dah"
Akhirnya kami ke kantin untuk membeli makanan, dan kembali kekelas untuk belajar kembali
Tak terasa aku menjalni hubungan dengan Nadila sudah 6 bulan, dan kami pun sudah naik ke kelas XI. Tapi setelah hubungan kami memasuki 7 bulang, aku merasa ada yg berubah dari dia. Dari mulai bales smsnya lama yg biasanya cepet, jadi suka berbohong kepada ku, jadi jarang mau ketemu.
Di Kelas saat Pulang Sekolah
Akhirnya aku menghampiri Nadila
"Nad, aku mau ngomong sama kamu"
"Mau ngomong apa ? Ngomong aja"
"Kamu belakangan ini berubah ya"
"Perasaan kamu aja kali"
"Ngga kok, kamu belakangan ini bales smsnya lama, jadi suka bohong sama aku, kalo di ajak ketemu jarang mau lagi. Kamu kenapa ?"
"Gapapa kok"
"Gak mungkin gapapa"
"Kamu gak percayaan banget sih sama aku, aku udh jujur sama kamu !" Kata dia yg nadanya mulai membentak
"Jujur ? Masa kalo jujur jawabnya cuma gapapa ?"
"Terserah kamu deh, aku capek. Kita putus !" Dia langsung berlari keluar kelas
Aku terdiam, aku gak nyangka kalau bisa seperti ini, aku berjalan kelaur kelas dengan hati yg hancur
Setelah aku putus sekitar 2 Minggu, aku masih sayang sama dia. Tapi aku gak tau dia masih sayang apa ngga sama aku, aku rasa sih udah ngga sayang lagi
Di Belakang Sekolah
Aku berniat pulang dan mengambil motor dan pulang, tapi aku lihat Nadila sedang berdua dengan Aldi. Akhirnya aku memutuskan untuk mendengarkan apa yg mereka bicarakan secara diam-diam, dan keliatannya mereka membicarakan sesuatu hal yg serius
"Nad" Aldi membuka percakapan
"Iya di"
"Aku ada rasa sama kamu sejak lama. Tapi aku keduluan sama Luken, kamu mau gk jadi pacar aku ?"
"Mau di, aku juga ada rasa semenjak aku 6 bulan sama Luken" Kata Nadila sambil tersenyum
Sungguh sakit hati ini, orang yang aku anggap sahabat ternyata sudah mengincar orang yg aku sayang sejak lama. Aku lalu keluar dan
"Selamat ya kalian berdua" Kata ku mengagetkan mereka
Mereka terdiam
"Gak nyangka di, selama ini llu gini, Cukup tau gua sekarang sama sifat lu, makasih ya udh mau jadi sahabat gua"
"Bukan begitu ken, tapi..."
"Udah gak usah ada yg di jelasin, gua udh denger semuanya" Kata ku memotong omongan aldi, dan mereka terdiam lagi
"Nad, ternyata kamu berubah karena ini, karena orang yg udh aku anggap sahabat. Yaudah lah, gua gk bisa ngapain karena #AkuBukanSiapaSiapa. Selamat ya, semoga bisa langgeng !" Kataku yg meninggalkan mereka berdua dengan hati yg hancur, kesal, dan sedih
polos kali kau yah bro
BalasHapus