Kantin Sekolah
Saat aku sedang jalan ke kantin dengan teman-teman ku, tiba-tiba gak sengaja aku nabrak seorang wanita yg cantik dan pipinya yg tembem. Wanita itu sedang memegang mie
"Yahhh" Kataku sambil melihat seragam ku yg terkena mie
"Maaf kak, maaf aku gak sengaja" Kata Wanita itu sambil mengelap seragam ku dengan tisu yg dia pegang
"Oh iya dek gapapa, aku yg salah kok. Jalan gak liat kedepan" Kataku sambil tersenyum ke dia
"Maaf ya kak, maaf banget"
"Udah gapapa dek"
"Makasih ya kak" Ucap Wanita itu sambil tersenyum kepadaku
"Senyumnya indah banget, gak pernah liat senyuman se indah ini gua. Emang pas sih sama wajahnya yang cantik sama pipinya yg tembem" Ungkapku dalam hati
"Nama kamu siapa ?" Tanya ku
"Nama aku Cindi kak, kakak sendiri siapa ?"
"Nama aku Rafli, kamu kelas berapa ?"
"Aku kelas 8 kak, di kelas 85"
"Oh yaudah ya, aku mau beli makanan dulu" Kata ku yang bermaksud untuk menyudahi pembicaraan dan bergegas membeli makanan
"Oh yaudah kak, maaf banget loh itu seragamnya jadi kotor" Ucapnya sambil masih wajah merasa bersalah
"Iya gapapa kok dek" Kataku membalas dengan senyum
Aku Rasa aku ada perasaan sama wanita itu, senyumnya yang indah lah yang membuat ku menaruh rasa ke dia
Dirumah Rafli
Aku baru ingat kalau teman ku yang kebetulan adik kelas ku ada yg di kelas 85. Namanya Sarah, langsung saja aku SMS Sarah untuk mengetahui informasi tentang Cindi
Benar saja, Cindi langsung SMS ku. Tentu aku dengan cepat membalas SMSnya. Tapi entah kenapa jantung berasa berdengup hebat. Dan akhirnya saya SMS-an sampai dia tidur
Di Sekolah
Karena di kelas aku dan teman-teman ku tidak ada kerjaan lagi, aku dan teman ku yg bernama Ivan disuruh guru Matematika ku untuk mengantar buku ke kelas 85. "Wah kebetulan nih" Ungkapku dalam hati. Tapi entah kenapa saya menjadi deg-degan
Setelah di kelas 85, aku lihat Cindi sedang mengerjakan tugas IPS yg di berikan gru IPSnya, Sarah melihat ku dan langsung bilang ke Cindi. Dia tersenyum, aku pun tersenyum juga. Sungguh indah senyumannya
Setelah pulang sekolah saya pun SMS-an lagi dengan Cindi, dan sampai malam hingga dia tidur lagi. Tapi mulai kini kita berdua saling perhatian dan saling care. Kali ini tidak deg-degan, tapi kalau bertemu langsung selalu deg-degan
Keesokan Harinya Di Sekolah Sebelum Bel Masuk
Pagi-pagi aku sudah berada di sekolah karena ada jadwal piket, karena kelas ku melewati kelas 85. Aku iseng aja liat ada Cindi apa ngga, ternyata ada dia sedang bersama Sarah. Terus Sarah manggil
"Kak sini" Kata Sarah yg duduk sebelah Cindi
Aku akhirnya menghampiri mereka berdua dengan jantung yang berdengup
"Kenapa Sar ? Gua mau piket ini" Ucap ku
"Ini ada Cindi kak" Ucap sarah sambil menahan ketawa
"Apa sih...Yaudah entar aja ngobrolnya, gua mau piket dulu" Kata ku sambil meninggalkan mereka berdua
Jam Istirahat
Aku memutuskan untuk Ungkapin perasaan aku ke Cindi setelah pulang nanti, dan aku menuju ke kelasnya untuk memberitahu bahwa aku mau ketemu dia setelah pulang sekolah di taman yang deket perpustakaan
"Cindi"
"Iya kak, kenapa ?"
"Aku mau ketemu kamu di taman yang deket perpustakaan nanti setelah pulang sekolah, bisa kan ?"
"Bisa kok kak, emang ada apa kak ?"
"Nanti aja ngomongnya ya, aku mau balik ke kelas"
"oke deh kak"
Aku berjalan ke kelas dengan jantung yang berdengup, memikirkan apa kah akan di terima atau tidak nantinya. Sampai semua teman dekat ku bertanya kenapa aku tidak seperti biasanya yg ceria dan humoris. Aku memutuskan untuk berfikir positive Thinking dan bersenang-senang bersama teman-teman ku
Bel Pulang Sekolah
"Nunggu lama ya kak ?"
"Ngga kok, Aku juga baru sampe disini"
"Hmmm....Kenapa kak ngajak aku kesini ?"
"Jadi gini...."
"Kenapa kak ? Kalo ada yang mau di ngomongin, ngomong aja"
"Aku mau tanya, kamu tau rasanya berhadapan sama orang yang kita suka gak ?"
"Hmm....Pasti deg-degan banget kak"
"Sekarang aku lagi ngerasain kaya gitu"
"Maksudnya kak ?"
"Aku sekarang lagi ngerasain deg-degan"
"Jadi maksud kakak, kakak suka sama aku ?"
"Iya dek, kakak suka sama kamu. Semenjak aku nabrak kamu pas kamu bawa mie dan mienya tumpah ke seragam aku"
"..........."
Tiba-tiba dia terdiam
"Dek ?"
"Iya kak ?"
"Apa kamu keberatan kalo aku jadi pacar kamu ?"
"Hmm..."
Jantung ku mulai berdengup kencang, karena takut tidak di terima
"Kenapa dek ?"
"Aku juga suka sama kakak, aku gak keberatan kok"
"Kamu serius ?"
"Kalo masalah yang namanya perasaan aku gak pernah bohong kak"
"Makasih dek"
"Iya kak, aku seneng kok jadi pacar kakak"
Aku hanya tersenyum sambil memandang wajahnya
"Yaudah ayo pulang"
"Ayo kak"
Akhirnya aku gandeng tangannya, dan aku antar dia pulang kerumahnya
Nad, aku tau kamu cuma sebatas idol bagi aku. Tapi aku gak bisa bohongin perasaan aku. Aku emang ada rasa sama kamu, tapi aku sadar aku hanya fans dan kamu adalah idol aku. Aku mau coba buat ninggalin dunia peridolan, aku mulai coba untuk gak teater jadi paling salam-salam aku doang yang sampe ke kamu. Maafin aku ya aku gak bisa jadi fans yang baik, dan memutuskan untuk mencoba mundur. Love you Mbem

Tidak ada komentar:
Posting Komentar