Pada saat itu, aku sedang pergi ke sebuah mall di daerah senayan. Aku telah berjanji untuk nonton bioskop bersama teman ku. Tapi teman ku blm ada yg datang. Jadi aku putuskan untuk mencari tempat yg enak buat menununggu teman-teman ku datang. Setelah setengah jam menunggu, akhirnya salah satu teman ku memberitahu lewat sms bahwa dia dan lainnya sudah ada di loket. Tapi saat aku jalan, karena terburu-buru aku menabrak seorang wanita
"Awww" Teriak kesakitan wanita yg aku tabrak
"Maaf maaf, aku lg buru-buru soalnya. Maaf ya" Kataku yg sambil membantu wanita itu bangun
"Iya gapapa kok, lain kali hati-hati"
"Iya, sekali lagi maaf ya"
"Emang kamu mau kemana ?"
"Aku mau ke lantai atas, untuk menonton bioskop. Kebetulan filmnya sudah mau mulai, jadi aku buru-buru"
"Yaudah bareng aja sama aku, aku juga mau kebioskop kok" Ajak dia dengan lembut
Akhirnya kami jalan kebioskopnya bareng, disitu aku mulai berkenalan dengannya
"Nama kamu siapa ?" Tanya ku dengan lembut
"Nama aku Nadila, kamu sendiri siapa ?"
"Nama aku Luken"
"Oh, salam kenal ya Luken" Kata dia sambil tersenyum
Aku benar-benar terpesona saat dia tersenyum, tidak tahu kenapa jantung ku menjadi berdebar. Aku menjadi keringatan jika dekat dia
Setelah kami sampai di bioskop, salah satu teman saya yg bernama Cindvia memanggil Nadila
:"Eh Nad sini" Panggil Cindvia
Aku bingung, kenapa Cindvia bisa kenal sama Nadila. Setelah Nadila menghampiri Cindvia, aku pun mengikutinya
"Eh ken, lo kok bisa bareng si Nadila ?" Tanya Cindvia yg kebingungan
"Ceritanya panjang haha" Belum sempat aku menjawab, Nadila sudah menjawab
"Lu kok bisa kenal Nadila Cin ?" Tanya ku heran
"Nadila mah temen gue ken, ini yg gua bilang mau ikut nonton bareng kita"
"Ooh"
"Mana sini duitnya ? Tiketnya udh di talangin" Pinta Cindvia dengan nada agak keras
"Nih, mane tiketnya ?" Kataku sambil kasih uang ke Cindvia dan mengambil tiket darinya
Akhirnya kami nonton, setelah selesai kami pun makan.Tapi tanpa di sengaja, aku makan duduk di sebelah Nadila. Dan teman-teman ku meledek aku dan Nadila
"Cieee cocok banget kalian berdua haha" Kata mereka meledek ku dan Nadila
"Apaan sih lu semua" Kata ku sambil muka ku yg memerah, dan Nadila pun sama. Mukanya memerah, aku tidak tahu apa ini. Apakah ini yg di namakan CINTA ? Aku tidak memikirkannya, dan setelah memesan makan. Makanannya pun datang, dan kami pun makan. Setelah selesai makan, aku lihat pipi Nadila belepotan saus. Aku pun mengambil tisu dan mengelap pipinya secara reflek. Dan kami bertatapan, sungguh indah matanya. Kami pun tersadar setelah teman-teman ku meledek kami lagi
"Cieee sampe di lapin gitu, so sweet banget hahaha" Ledek mereka
"Reflek gua itu"
"Gak reflek juga gapapa ken haha" Ledek mereka lagi
Aku dan Nadila pun terdiam dan saling menatap
Setelah bayar, kami pun berniat pulang. Tapi saat aku ingin mengambil motor ku, tiba-tiba Cindvia memanggil ku
"Ken, ken tunggu" Panggil Cindvia
"Ada apaan sih Cin ?"
"Anterin Nadila ya, rumahnya gk jauh dari sekolah kok. Ya ya ya ? Kasihan dia, mau naik bis tapi udh gak ada bis"
"Hmmm....Yaudah deh, tapi bener kan rumahnya gk jauh dari sekolah kita ?"
"Iya bener ken"
"Yaudah mana Nadilanya ?"
Setelah aku menyetujui untukmengantar Nadila pulang, Cindvia pun memanggil Nadila
"Nad, sini. Luken mau nih nganterin lo" Teriak Cindvia yg memanggil Nadila, Nadila pun menghampiri kami
"Yaudah, gue tinggal ya. Jangan lo apa-apain ken, awas lo" Ancam Cindvia pada ku
"Iya woles"
Cindvia pun pergi meninggalkan kami berdua, kami pun berjalan ke parkiran untuk mengambil motor ku dan langsung pulang. Tapi dia menanyakan soal helm
"Ken, kamu kan tadi kesini sendiri. Kan bawa helmnya cuma 1, nanti kalo ketilang gimana ?"
"Siaoa bilang cuma bawa 1 ? Aku kalo kemana-kemana pasti bawa 2 helm. Buat jaga-jaga kalo ada yg mau pulang bareng"
"Oh yaudh, bagus deh hehe" Jawab dia sambil tersenyum
Setelah kami sampai parkiran, kami pun langsung mengambil motor dan pulang
Setelah sampai rumahnya Nadila, nadila berterima kasih pada ku
"Makasih ya ken, udah mau nganterin aku" Kata dia sambil tersenyum
"Iya sama-sama, lagi pula kan rumah kamu searah juga sama rumah aku"
"Oh iya, ini nomer aku. Nanti kalo kamu udah sampe rumah sms aku ya" Kata dia sambil kasih aku kertas yg bertuliskan nomer handphonenya
"Oke deh, aku pulang dulu ya"
"Iya, hati-hati ya. Jangan lupa sms aku" Kata dia sambil tersenyum
"Iya, dadah"
"Dadah"
Akhirnya aku sampai di rumah, lelah sekali rasanya. Ingin sekali aku langsung tidur, tapi aku punya janji bahwa aku harus sms Nadila dulu karena aku sudah berjanji
"Hallo Nad, ini aku Luken"
"Oh iya, akhirnya kamu sms aku juga. Aku udh nungguin hehe"
"Maaf udh buat kamu nunggu, aku baru sampe rumah soalnya"
"Iya gapapa kok, kamu lagi ngapain ?"
..............................
Dan kami pun smsan sampai jam 2 dini hari, setelah selesai smsan aku pun bergegas tidur. Dan keesokan harinya, aku melihat handphoneku. Ternyata sudah ada sms masuk, dan aku lihat sms itu dari Nadila. Aku pun membalas sms itu
Setelah kami berhubungan sekltar 1 bulan, aku berniat untuk menembak dia. Dan meminta bantuan kepada Cindvia. Dan Cindvia pun setuju, aku pun sudah memikirkan rencana dengan matang. Tiba-tiba Nadila ingin bertemu dengan ku
"Ken, aku mau ketemu sama kamu. Penting !!!!"
"Dimana ?"
"Kamu kerumah aku aja, please penting banget"
"Yaudh, tunggu aku 15 menit lg ya"
"Iya, cepetan ya"
Aku pun cepat-cepat menuju rumah Nadila, setelah sampai. Dia sudah menunggu ku di depan rumah
"Ken sini" Panggi dia, aku pun masuk keteras rumah nya
"Kenapa ? Kok kayanya penting banget ?"
"Aku mau ngabarin ke kamu sesuatu" Jawab Nadila yg wajahnya sedikit sedih
"Ngabarin apa ?" Tanya ku bingung
"Aku mulai besok udah gak ada di sini, sekolah aku di pindahin ke keluar Negeri" Jawab dia yg sambil meneteskan air mata
"Hah ? Kamu serius"
"Iya ken" Dia menangis di pundak ku
"Terus kamu gak balik kesini lagi ?"
"Kalo itunya aku gak tau, tapi yg pasti aku bakal lama di sana" Jawab dia yg semakin parah nangisnya
"Yaudah, kamu jangan nangis lagi. Kan masih ada handphone. Kita bisa smsan kan ? Bisa telponan kan ? Bisa Skype-an juga" Jawab ku yg sebenarnya sedih juga
"Iya sih, tapi apa kamu ada Waktu ?"
"Ada kok kalo buat kamu, asal jangan di waktu sekolah aja" Jawab ku tersenyum dan menghapuskan air mata yg mebasahi pipi dia
"Yang bener ?"
"Iya bener kok"
"Makasih ken, kamu emang temen aku yg paling baik" Ucap dia sambil memelukku
"Iya sama-sama Nad" Aku tersenyum
Dan aku pun berjalan-jalan seharian dengan dia sampai larut malam, dan aku pun bilang ke Cindvia bahwa Nadila akan sekolah di luar Negeri. Tapi ternyata dia sudah tau, dan sengaja tidak memberitahu ku agar aku bisa tahu sendiri. Dan Cindvia bilang kalau Nadila sebenarnya sayang pada ku, aku pun terpukul sekali. Aku menyesal rencana ku tidak ku jalankan, Nadila pun pergi. Tapi aku masih berhubungan dengan dia, dan aku tahu. Setelah beberapa bulan, dia bercerita pada ku bahwa dia sudah memiliki seorang pacar disana, dan dia pun mulai menganggap ku hanya sebatas teman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar