Hai para pembaca, ini adalah cerita Part 2 dari judul "Perpisahan setelah pertemuan". Maaf ya agak lama ngepostnya, soalnya ada gangguan teknis. Selamat membaca...
Sesampainya aku dirumah, entah kenapa aku menjadi membayangkan dia terus. Aku berusaha untuk tidak membayangkan dia. Tapi itu tak bisa, akhirnya aku sms Rizki agar menemani ku ke sebuah toko buku untuk menghilangkan pikiran dari Nadila. Setelah Rizki menyetujui aku langsung menjemput dia untuk ke toko buku
Sesampainya di toko buku, aku dan Rizki langsung mencari Novel yg seru. Setelah aku mendapat novel yg aku cari, aku langsung membaca novel tersebut daan sambil berjalan. Secara tidak sengaja aku menabrak seseorang, dan buku yg di bawanya terjatuh
"Aww" Teriak yg kesakitan
"Maaf-maaf, saya gak liat" Kata ku meminta maaf sambil merapih kan bukunya yg berserakan
Tapi saat aku mau mengasih bukunya, aku kaget karena itu adalah Nadila. Muka ku langsung merah padam karena malu dan merasa tidak enak
"Eh kamu, maaf ya aku gak sengaja. Tadi aku gak liat, soalnya sambil baca buku" Kata ku yg salting di depan dia
"Iya gapapa, gak usah salting gitu dong haha" Ucap Nadila yg meledek ku dan tertawa karena aku salting
"Gak salting kok"
"Iya deh iya, kamu mau beli buku ?"
"Tadinya aku niat cuma baca-baca doang sama rizki, tapi kalo ada yg bagus kenapa gak aku beli"
"Ooh, lah Rizkinya mana ?"
"Gak tau nih, tadi sih ada di belakang aku. Tapi sekarang gak tau deh"
"Mau cari buku bareng gak ?"
"Hmmm...Boleh deh"
Aku langsung mencari buku bersama Nadila, dan sambil mencari kami ngobrol sangat panjang. Dan aku putuskan untuk membeli buku dari akun twitter "Aku Jujur". Dan Nadila pun membeli buku yg sama. Setelah aku ingin membayar, aku sms Rizki untuk menanyakan dia ada dimana. Dan aku dia sudah ada di kasir lebih dahulu
Sesampainya di kasir aku menemui dia, dia agak kaget dan kebingungan saat aku datang bersama Nadila
"Lah lu kok sama Nadila ken ?" Tanya dia yg kebingungan
Belum sempat aku menjawab, Nadila sudah menjawab duluan
"Tadi aku gk sengaja ketemu sama Luken, yaudah sekalian aja nyari buku bareng" Jelas Nadila singkat pada Rizki
"Aku kira udah janjian, ehh salah haha" Kata rizki yg meledek ku
"Dih gak jelas lu ki" Kata ku dengan nada yg sedikit keras
"hahaha, ampun ken ampun"
"Yaudh ayo balik ki"
"Yaudh ayo"
"Kamu mau pulang bareng Nad ?"
"Ngga ken, aku sama mama aku kesininya. Dia lg di sana tuh" Kata Nadila sambil menunjuk tempat yg berisi tentang agama Islam
"Ooh yaudah. Aku pulang duluan ya, titip salam buat Mama kamu" Kata ku berpamitan sambil tersenyum pada Nadila
"Oke, nanti aku sampain salamnya ke Mama" Balasnya yg sambil tersenyum juga
"Dahhh" Kataku sambil melambaikan tangan. Nadila tidak bicara lagi, tapi dia melambaikan tangannya juga
Diperjalanan aku tidak fokus membawa motor ku karena terus memkirkan Nadila, sampai-sampai aku mau menabrak
"Eh ken lu kenapa sih ? Kok jadi beda bawa motornya ? Gua aja dah sini yg bawa" Kata Rizki yg sedikit membentak
Aku pun turun dan membiarkan Rizki membawa motor, sepanjang perjalan aku memikirkan Nadila. Aku bertanya pada diriku sendiri
"Apakah aku sudah benar-benar cinta pada Nadila ?"
Sesampainya dirumah aku langsung makan, di pikiran ku masih terus terbayang wajah Nadila yg sedang tersenyum. Aku benar-benar tidak bisa lepas dari bayangan itu, akhirnya aku tertidur
Tiba-tiba aku terbangun karena HP ku berbunyi, ketika aku lihat ternyata Nadila menelpon ku. Aku sambil masih ngantuk pun mengangkat telpon dari Nadila
"Ken, bisa minta tolong gak ?" Kata Nadila membuka pembicaraan di telpon
"Minta tolong apa ? " Kataku yg sedikit menguap
"Aku ganggu kamu tidur ya ?"
"Ngga kok, kamu mau minta tolong apa ? Selama aku bisa buat nonolonginnya ya aku tolongin"
"Gini ken, aku ada acara sama temen aku. Tapi mama aku gk bisa nganterin aku, kamu mau gak nganterin aku ?"
"Hmmm, jam berapa emangnya ?"
"Setengah jam lggi, kamu bisa gak ? Maaf ya mendadak"
"Bisa kok, yaudah aku mandi sama siap-siap dulu ya. Kamu tunggu dirumah"
"Oke deh, makasih yaa"
"Iya, sama-sama"
Aku pun menutup telponnya, aku bergegas mandi dan siap-siap
Setelah aku selesai mandi dan siap-siap, aku pun langsung bergegas kerumah Nadila untuk mengantar dia. Aku pun sampai dirumahnya, aku langsung SMS dia untuk memberitahu kalau aku sudah berada did epan rumahnya. Setelah dia keluar kami pun langsung berangkat
Akhirnya kami sampai di tempat tujuan, aku pun langsung menanyakan apakah aku harus menunggu atau aku tinggal
"Aku nunggu kamu apa gimana ?" Tanya ku
"Kamu ikut kedalam aja"
"Gak enak sama temen kamu"
"Gapapa kok, tadi aku juga udah bilang"
"Gak usah deh, aku nunggu kamu aja disini"
"Udah gapapa ayo" Kata Nadila sambil menarik tangan ku ke dalam tempat acara tersebut
Akhirnya aku pun terpaksa ikut kedalam, dia tampak sedang mengobrol bersama temannya. Sedangkan aku hanya mengambil minum dan duduk sambil main HP.Tiba-tiba Nadila datang
"Ayo kesana, aku mau ngenalin kamu ke temen aku" Katanya sambil emnarik tangan ku
Aku pun ikut saja, karena kalau menolak aku tidak enak hati
"Nih kenalin temen aku namanya Luken" Kata Nadila ke teman-temannya
"Luken" Kataku sambil salaman dengan teman-temannya Nadila
"Oh ini yg Namanya Luken" Kata salah satu teman Nadila
"Iya" Kataku singkat sambil tersenyum
Akhirnya kami pun bercanda ria, sampai acara selesai
Setelah acara selesai aku pun langsung pulang bersama Nadila, di perjalanan Nadila terus membicarakan acara tadi. Sampai akhirnya aku dan Nadila sampai dirumah Nadila
"Makasih ya udah mau nemenin aku" Katanya sambil tersenyum
"Iya sama-sama, aku juga makasih sama kamu. Soalnya aku bisa seneng-seneng malam ini"
Nadila pun balas dengan senyuman yg indah
"Kamu mau mampir dulu ?" Tawarnya
"Ngga deh, aku mau langsung tidur. Capek soalnya"
"Oh yaudah, makssih ya sekali lg"
"Iya sama-sama. Aku pulang dulu ya"
"Iya, sampai ketemu besok" Katanya yg tersenyum sambil mengunci pagar rumahnya
Aku pun ikut tersenyum padanya dan langsung pulang, sampai rumah aku langsung tidur pulas sekali
Besoknya aku berpikir untuk menyatakan perasaan ku ke Nadila, aku pun menelpon Rizki untuk kerumah ku. Setelah aku menunggu akhirnay dia datang
"Ada apaan sih ? Serius amat perasaan" Tanyanya yg kebingungan
"Gini ki, lu tau kan gua suka sama Nadila udah lama. Nah gua mau nembak dia nih"
"Yaudah, nembak tinggal nembak"
"Tapi gua mau yg beda dari yg lain ki"
"Mau yg kaya gimana ?"
Aku pun menjelaskan konsep-konsep yg di lakukan nanti untuk menembak Nadila ke Rizki
"Gila, keren tuh ken. Yaudah entar gua bilang anak2, tapi ini butuh latihan sekitar 1 mingguan lah" Kata Rizki
"Yaudah woles aje, asal berjalan dengan mulus mah"
Setelah 1 minggu, akhirnya aku pun menyiapkan Mental ku. Aku sebelumnya sudah meminta izin dari sekolah kalau aku mau menembak Nadila, jadi sekolah mengizinkan lapangan, kelas dll aku pakai. Aku mencoba menelpon Nadila, tapi tidak di angkat. Di tambah yg ternyata hari itu dia tidak masuk, entah apa alasannya. Dan akhirnya rencana ku, ku tunda. Sepulang sekolah, aku berencana untuk kerumah Nadila bersama Rizki. Sesampainya disana, aku melihat ada bendera kuning, aku sungguh sangat kaget. Ternyata Nadila sudah tiada karena kecelakaan. Dan Rizki sebelumnay mengetahui, tapi dia tidak mau memberi tahu dengan alasan tidak mau melihat aku stres. Aku benar-benar sedih dengan kepergian Nadila yg secara tiba-tiba dan tak akan pernah kembali lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar